Pulihkan Trauma Penyintas, IAIN Takengon Hadirkan Pendampingan Psikososial di Posko Pengungsian Masjid Al Abrar

Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat terdampak bencana, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon terus menghadirkan dukungan kemanusiaan melalui kegiatan trauma healing bagi para penyintas banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak pekan pertama pascabencana sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi psikologis para korban.

Tim Trauma Healing IAIN Takengon melaksanakan kegiatan pendampingan psikososial di Posko Pengungsian Masjid Al Abrar, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, yang berlangsung sejak 1 Desember hingga 29 Desember 2025. Program ini dikoordinatori oleh Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed., Ph.D., yang menyasar anak-anak, perempuan, serta kelompok rentan yang mengalami tekanan psikologis akibat bencana.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian langsung dari pimpinan kampus. Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, bersama Wakil Rektor I, Dr. Al Musanna, M.Ag, turut hadir meninjau pelaksanaan kegiatan trauma healing di posko pengungsian serta berinteraksi langsung dengan para penyintas dan tim pelaksana.

Rektor IAIN Takengon Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menyampaikan bahwa kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat terdampak bencana merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik institusi. Ia menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek psikologis dan spiritual agar para penyintas memiliki kekuatan mental untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan secara lebih baik.

Kegiatan trauma healing dirancang dengan pendekatan edukatif, rekreatif, dan spiritual, meliputi pendampingan psikososial, permainan edukatif untuk anak-anak, sesi bercerita, konseling sederhana, serta penguatan mental dan spiritual bagi para pengungsi. Seluruh rangkaian kegiatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan korban agar mereka kembali merasa aman, tenang, dan memiliki semangat untuk bangkit.

Selain pendampingan psikologis, Tim Trauma Healing IAIN Takengon juga menyalurkan bantuan berupa kebutuhan pokok, tas sekolah, alat tulis, Al-Qur’an, serta buku Iqra. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan hidup para pengungsi sekaligus menumbuhkan kembali semangat belajar dan nilai-nilai keagamaan, terutama bagi anak-anak.

Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari Husrin Konadi, M.Pd., Kons, Nofil Gusfira, M.H., Delfia Harwanis, M.Pd., Ph.D., Suminah, M.Pd.I., Syarifah Ainy Rambe, M.Pd., Kons, dan Birrul Walidaini, M.Pd., yang merupakan dosen IAIN Takengon. Para dosen terlibat aktif dalam mendampingi pengungsi, membangun komunikasi yang empatik, serta menciptakan suasana yang mendukung proses pemulihan psikologis.

Husrin Konadi, M.Pd., Kons, menyampaikan bahwa selama hampir satu bulan pelaksanaan, kegiatan trauma healing ini mendapat respons positif dari masyarakat pengungsi. Anak-anak terlihat lebih ceria dan berani berinteraksi, sementara orang dewasa mulai menunjukkan sikap yang lebih tenang dan optimis. Ia berharap melalui kegiatan ini para korban banjir dan longsor di Kecamatan Kebayakan dan sekitarnya dapat memperoleh kekuatan mental dan emosional untuk melanjutkan kehidupan pascabencana.

Melalui kegiatan ini, IAIN Takengon menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui pendampingan psikososial dan penguatan mental-spiritual sebagai bagian dari proses pemulihan pascabencana.