FORMAKIP IAIN Takengon Intensif Lakukan Psychosocial Support di Lima Kecamatan Terdampak Bencana

Forum Mahasiswa KIP-Kuliah (FORMAKIP) IAIN Takengon turut mengambil peran aktif dalam aksi kepedulian terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Tengah. Hingga saat ini, FORMAKIP tercatat telah lima kali turun langsung ke posko-posko pengungsian untuk melaksanakan kegiatan Psychosocial Support sekaligus menyalurkan bantuan yang berfokus pada kebutuhan anak-anak dan perempuan.

Aksi kemanusiaan ini menjangkau sejumlah wilayah yang tergolong terdampak cukup parah dan sulit diakses, di antaranya Kecamatan Rusip, Ketol, Lut Tawar, Bintang, dan Kebayakan. Kehadiran relawan FORMAKIP di lapangan menjadi bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat pascabencana.

Selain menyalurkan bantuan logistik, FORMAKIP juga melaksanakan kegiatan dukungan psikososial (psychosocial support) bagi anak-anak penyintas. Kegiatan ini dirancang untuk membantu memulihkan kondisi emosional anak-anak, mengurangi trauma akibat bencana, serta menghadirkan kembali rasa aman dan kebahagiaan di tengah keterbatasan yang mereka alami.

Dalam pelaksanaannya, sumber donasi yang digunakan berasal dari kas internal FORMAKIP sebesar 30%, sementara 80% lainnya berasal dari para donatur, baik dari dalam maupun luar daerah Aceh. Kolaborasi dan kepercayaan dari berbagai pihak menjadi kekuatan utama dalam keberlangsungan kegiatan kemanusiaan ini.

Koordinator Relawan FORMAKIP, Nikmah Rizki, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam aksi ini.

 “Kegiatan ini dapat terlaksana berkat dukungan dan kepercayaan para donatur yang telah berbagi rezeki. Dukungan tersebut menjadi energi besar bagi kami untuk terus bergerak dan hadir langsung di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, FORMAKIP IAIN Takengon berharap dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian, solidaritas, dan nilai-nilai kemanusiaan, tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga di tengah masyarakat luas.