Zikir dan Doa Bersama HAB ke-80 Kemenag, IAIN Takengon Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Spiritual untuk Pemulihan Aceh Tengah
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon bersama Pemerintah Daerah Aceh Tengah dan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah menyelenggarakan Zikir dan Doa Bersama dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (02/01/2026), di Masjid Agung Ruhama Takengon.
Kegiatan ini diikuti oleh ribuan jamaah dari berbagai unsur, mulai dari pimpinan daerah, sivitas akademika IAIN Takengon, jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, hingga masyarakat umum. Zikir dan doa bersama tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan kepedulian bersama, khususnya bagi masyarakat Aceh Tengah yang tengah menghadapi musibah.
Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, dalam sambutannya menyampaikan bahwa zikir akbar ini merupakan rangkaian peringatan HAB Kemenag RI ke-80, menjelang pelaksanaan upacara resmi yang akan digelar keesokan harinya. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam suasana keprihatinan dan empati atas musibah yang menimpa masyarakat Aceh Tengah.
“Hari ini kita hadir dalam suasana yang tidak biasa, suasana musibah yang menimpa saudara-saudara kita. Karena itu, mari kita bersama-sama menguatkan ikhtiar batin melalui doa dan zikir,” ujar Prof. Ridwan.
Ia mengingatkan bahwa dalam sejarah perjuangan Rasulullah SAW, doa menjadi kekuatan utama ketika umat menghadapi peperangan dan penderitaan. Oleh sebab itu, Rektor mengajak seluruh jamaah untuk membersihkan hati dari kejahatan batin, memperbanyak istighfar, dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Prof. Ridwan juga mengajak jamaah untuk berhajat kepada Allah SWT agar Aceh Tengah dijaga dari mara bahaya serta diberikan percepatan pemulihan. Ia berharap kehadiran dan keikhlasan seluruh jamaah menjadi wasilah turunnya pertolongan Allah bagi daerah tersebut.
“Kita berhajat kepada Allah agar daerah kita dijaga dari mara bahaya dan diberi kekuatan untuk bangkit kembali. Semoga Allah mempercepat pemulihan daerah kita,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si, dalam sambutannya menggambarkan kondisi masyarakat yang terdampak musibah dan kegelisahan yang dirasakan warga. Ia menyampaikan bahwa banyak masyarakat kehilangan rasa aman dan kebahagiaan akibat bencana yang terus berulang.
“Banyak warga bertanya kepada kami, di mana mereka akan tinggal dan kapan bisa bahagia seperti dulu. Musibah di Aceh Tengah ini berbeda, baru dibersihkan, longsor kembali terjadi,” ungkap Bupati.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berpaling dari saudara-saudara yang tertimpa musibah, serta mengingatkan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Bupati juga mengapresiasi kehadiran relawan dari luar daerah serta dukungan jajaran Kementerian Agama yang turut membantu masyarakat Aceh Tengah.
“Selain berdoa, mari kita gerakkan hati untuk berbagi dan menyumbangkan apa yang kita miliki. Inilah waktunya kita berkorban untuk saudara-saudara dan anak-anak kita,” tegasnya.
Zikir dan doa bersama ini menjadi momentum refleksi, persatuan, dan kepedulian sosial dalam semangat HAB ke-80 Kementerian Agama RI, sekaligus memperkuat harapan agar Aceh Tengah segera bangkit, pulih, dan kembali diberi kedamaian.
