Mahasiswa KPI IAIN Takengon Tampil di Kemah Film Aceh 2026, Sabet Juara II Film Terbaik
Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon berpartisipasi dalam ajang Kemah Film Aceh 2026 yang digelar selama tiga hari, 13-15 Februari 2026, di Temas River Park. Kegiatan ini menjadi ruang belajar kreatif sekaligus praktik langsung dalam proses produksi film pendek.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan menyeluruh, mulai dari penyusunan naskah, penyutradaraan, manajemen produksi, hingga teknik pengambilan gambar dan penyuntingan. Pada hari pertama, mahasiswa mengikuti sesi berbagi pengalaman bersama tim KFA serta pemutaran film indie berdurasi satu menit produksi Matasapi Films. Sesi ini membuka wawasan peserta tentang tantangan dan strategi produksi film berdurasi singkat.
Memasuki hari kedua, peserta mendalami teknik penulisan naskah dasar bersama Sirajul Munir, dilanjutkan kelas penyutradaraan dan manajemen produksi oleh Juli Hendry, Noerman, dan Andy Hutagalung. Materi Director of Photography (DOP) serta editing dipandu oleh Weldy bersama tim produksi Matasapi Films.
Tak hanya teori, mahasiswa langsung terjun melakukan hunting lokasi dan proses shooting film satu menit. Proses produksi dilanjutkan dengan tahap editing menggunakan aplikasi CapCut hingga pengumpulan karya kepada panitia. Malam harinya digelar Awarding Night sekaligus pemutaran film hasil karya seluruh peserta.
Usai mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, Prodi KPI IAIN Takengon memproduksi film bertema “Bele” yang mengambil lokasi di Uning, Aceh Tengah.
Pada hari ketiga, kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah dan olahraga pagi, kemudian dilanjutkan sesi diskusi bertema Masa Depan Perfilman Aceh bersama para pemateri. Agenda juga membahas pengelolaan bioskop sekolah dan kampus sebelum penutupan resmi acara.
Dalam pengumuman akhir, mahasiswa KPI IAIN Takengon berhasil meraih Juara II Film Terbaik.
Capaian ini menjadi bukti komitmen mahasiswa KPI dalam mengembangkan kreativitas serta mendorong lahirnya sineas muda Aceh yang inovatif dan berdaya saing.
