Bantuan UKT dan Biaya Hidup dari Kementerian Agama Bawa Harapan Baru bagi Mahasiswa IAIN Takengon

Penyaluran bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan bantuan biaya hidup dari Kementerian Agama Republik Indonesia kepada mahasiswa terdampak bencana hidrometeorologi di IAIN Takengon memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan pendidikan para penerima. Program ini tidak hanya meringankan beban ekonomi keluarga mahasiswa, tetapi juga menghadirkan harapan baru di tengah kondisi sulit pascabencana.

Bantuan yang diberikan berupa pembayaran UKT serta dukungan biaya hidup selama enam bulan menjadi penyelamat bagi banyak mahasiswa agar tetap dapat melanjutkan studi tanpa harus dihantui kekhawatiran akan biaya pendidikan.

Rizki Hamdi, mahasiswa Semester 4, mengungkapkan bahwa bantuan tersebut memberinya kesempatan untuk tetap melanjutkan kuliah meskipun keluarganya terdampak musibah bencana.

“Saya Rizki Hamdi Semester 4. Bantuan ini memberi kesempatan untuk saya berkuliah meski keluarga saya terkena musibah bencana. Jika tidak ada bantuan, mungkin saya tidak akan kuliah lagi. Terima kasih Kementerian Agama,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Aida Elma Putri yang menyebut bantuan tersebut sangat membantu meringankan beban orang tua mereka pascabencana di Aceh Tengah.

“Saya Aida Elma Putri mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama karena telah membantu bayar UKT dan biaya hidup kami selama enam bulan. Kami pasca bencana di Aceh Tengah sangat terbantu dan beban orang tua kami menjadi lebih ringan,” tuturnya.

Adelia Novriana juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan yang diterimanya sehingga dapat terus melanjutkan studi tanpa terbebani biaya pendidikan.

“Saya Adelia Novriana mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama. Atas bantuannya saya masih bisa melanjutkan studi sehingga tidak terbebani biaya. Sekali lagi terima kasih Kementerian Agama,” ungkapnya.

Sementara itu, Natasya Julita mengatakan bantuan tersebut benar-benar memberikan keringanan, terutama karena rumahnya terdampak longsor.

“Saya Natasya Julita mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Agama. Kami benar-benar mendapatkan keringanan untuk bayar UKT karena rumah saya terdampak longsor,” katanya.

Yuna Melita Nia juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan pembayaran UKT dan biaya hidup yang diterimanya selama enam bulan.

“Saya Yuna Melita Nia sangat bersyukur atas bantuan pembayaran UKT dan biaya hidup selama enam bulan. Bantuan ini sangat membantu saya setelah rumah saya terkena longsor. Tanpa bantuan ini saya berpotensi putus kuliah. Terima kasih Kementerian Agama,” ucapnya.

Ungkapan para mahasiswa tersebut mencerminkan besarnya manfaat program bantuan yang disalurkan melalui IAIN Takengon. Kehadiran negara melalui Kementerian Agama di tengah situasi darurat menjadi bukti komitmen dalam menjaga keberlanjutan pendidikan generasi muda, khususnya bagi mahasiswa yang terdampak bencana. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan para mahasiswa dapat kembali fokus belajar, berprestasi, dan menyelesaikan pendidikan mereka dengan baik.