IAIN Takengon Kukuhkan 1.138 Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2025
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon kembali menorehkan langkah penting dalam peningkatan mutu pendidikan profesi guru di Indonesia. Melalui Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) Fakultas Tarbiyah, IAIN Takengon menggelar Pengukuhan Guru Profesional PPG Dalam Jabatan Transformasi+ Batch 1 Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Grand Bayu Hills Takengon, Sabtu (11/10/2025).
Sebanyak 1.138 peserta resmi dikukuhkan sebagai guru profesional setelah menempuh proses Pendidikan Profesi Guru yang panjang dan penuh tantangan.
Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon, Dr. Mahdi Wahyuni Salam, M.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa total peserta PPG Dalam Jabatan Transformasi+ Batch 1 Tahun 2025 yang dikukuhkan berjumlah 1.138 orang. Jumlah tersebut terdiri atas berbagai bidang studi, yakni Pendidikan Agama Islam (251 peserta), Qur’an Hadis (98), Akidah Akhlak (99), Fikih (296), Sejarah Kebudayaan Islam (99), Madrasah Ibtidaiyah (197), dan Raudhatul Athfal (98 peserta).
Sementara itu, Kepala Tim S1 Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh, Wahyudi, S.HI., dalam sambutannya menekankan bahwa guru adalah figur panutan yang harus menginspirasi murid, bukan hanya melalui ilmu, tetapi juga keteladanan moral.
“Kita ingin para guru memiliki jiwa kritis, berakhlak, dan menjadi teladan sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara guru yang tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membimbing jiwa dan membentuk karakter,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL., menegaskan bahwa kemajuan suatu bangsa berawal dari pengetahuan, dan guru memiliki peran sentral dalam menyalakan obor peradaban.
"Ayat pertama yang turun adalah perintah membaca. Itu menjadi tanda bahwa peradaban Islam dibangun di atas ilmu. Guru adalah pelita yang menerangi jalan bangsa menuju kemajuan," tegasnya.
Rektor juga menyoroti pentingnya adaptasi guru di era digital yang terus berubah, tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi jati diri seorang pendidik. “Hari ini para guru telah menunjukkan kesadaran pentingnya meningkatkan kapasitas diri. Proses belajar tidak boleh berhenti di sini. Teruslah berkembang, menyesuaikan diri dengan zaman, agar ilmu yang diajarkan tetap relevan dan bermakna bagi generasi masa depan,” pesannya.Pengukuhan ini menjadi moment penanda bahwa perjalanan panjang para peserta PPG bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru dalam pengabdian mereka sebagai guru profesional yang berintegritas, berilmu, dan berjiwa pengabdian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
