Safari Subuh Rabu Berkah di Masjid Jami’ Baitul Iman Hadirkan Hakim Mahkamah Syar’iyah Takengon
Program Safari Subuh Rabu Berkah yang digelar oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Aceh Tengah kembali dilaksanakan pada Rabu, 20 Agustus 2025, di Masjid Jami’ Baitul Iman, Kampung Kebet, Kecamatan Bebesen, Takengon.
Kegiatan ini menghadirkan penceramah Dr. Cand. H. Muhammad Nawawi, S.H.I., M.H, Hakim Mahkamah Syar’iyah Takengon, yang menyampaikan tausiyah setelah pelaksanaan shalat subuh berjamaah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, beserta jajaran civitas akademika IAIN Takengon, Bupati Aceh Tengah bersama unsur Forkopimda Aceh Tengah, Kapolres Aceh Tengah beserta jajaran Polres, Ketua DMI Aceh Tengah, serta Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah. Kehadiran para tokoh ini semakin menambah semarak dan semangat jamaah yang memenuhi masjid sejak subuh.
Dalam ceramahnya, Dr. Cand. Muhammad Nawawi menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam ibadah dan memperkuat sabar. Ia juga menyoroti persoalan yang menjadi kasus-kasus dominan yang ditangani Mahkamah Syariyah, di antaranya masalah perceraian, sengketa waris, dan sengketa harta bersama.
Mengutip Surat Al-Baqarah ayat 45, beliau menjelaskan, “Bermohonlah kamu dengan sabar.” Menurutnya, ayat ini menegaskan mengapa sabar disebutkan lebih dahulu sebelum shalat, karena dalam shalat itu sendiri dibutuhkan kesabaran. Dr. Cand. Nawawi juga merujuk pada penafsiran Quraish Shihab bahwa sabar adalah menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginan-keinginan yang tidak baik demi mencapai sesuatu yang lebih baik atau mulia. Sabar juga berarti ketabahan dalam menghadapi berbagai cobaan dan kesulitan, serta menahan diri dari keluh kesah dan tindakan yang impulsif.
“Kalau ada masalah dalam rumah tangga, solusinya adalah saling mencocokkan, tetap rukun, tetap baik, saling menjaga, sama-sama sabar, dan tetap bersama melaksanakan ibadah shalat,” tegas Dr. Cand. Muhammad Nawawi.
Safari Subuh Rabu Berkah ini tidak hanya menjadi momen pelaksanaan ibadah dan silaturahmi, tetapi juga wadah penguatan spiritual dan sosial masyarakat. Kehadiran berbagai elemen pemerintahan, akademisi, aparat keamanan, serta masyarakat umum menunjukkan sinergi yang kuat dalam membangun Aceh Tengah yang religius dan harmonis.
