Safari Maghrib Mubarakah di Bener Meriah Angkat Isu Narkoba dan Dekadensi Moral

Safari Maghrib Mubarakah yang digelar bersama IAIN Takengon dan Polres Bener Meriah pada Rabu (1/10/2025) di Masjid Baitul Mustaqim, Jamur Ujung, Kecamatan Wih Pesam, menghadirkan tausiyah penuh makna dari Dr. Ramsah Ali, MA, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kearifan Lokal LPPM IAIN Takengon.

Acara ini turut dihadiri Rektor IAIN Takengon Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, Kapolres Bener Meriah AKBP Aris Cai Dwi Susanto, S.I.K., M.I.K., Ketua DMI Aceh Tengah, Wakil Rektor IAIN Takengon, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kabag SDM Polres Bener Meriah AKP Yulizan mengungkapkan bahwa di rumah tahanan Bener Meriah, sebagian besar kasus yang ditemukan terkait dengan narkoba, pelecehan seksual, dan pembunuhan.

“Mayoritas tahanan narkoba berusia mulai 25 tahun. Mereka umumnya sudah mulai mengonsumsi obat-obatan terlarang sejak remaja, kebanyakan karena pengaruh lingkungan. Bahkan, setelah lama menggunakan, ada yang akhirnya menjadi bandar narkoba,” jelasnya.

Menurut AKP Yulizan, penanganan kasus narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat, tetapi membutuhkan kerjasama seluruh lapisan masyarakat. “Pengawasan lingkungan, kegiatan positif bagi remaja, dan dukungan keluarga adalah kunci pencegahan,” tambahnya.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, Dr. Ramsah Ali, MA, menekankan pentingnya menghadapi dekadensi moral yang kini semakin mengkhawatirkan.

“Melalui ilmu pengetahuan kita bisa membedakan mana yang hak dan bathil. Kasus narkoba saat ini bukan hanya terjadi di perkotaan, tapi sudah masuk ke kampung-kampung. Bukan hanya anak muda, tapi juga orang tua. Karena itu, perlu ada sinergi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa dekadensi moral berarti kemerosotan nilai yang membuat individu menyimpang dari aturan Allah maupun aturan manusia. “Ciri-cirinya adalah hilangnya rasa malu, melanggar norma, perilaku tidak sesuai, serta menurunnya nilai budaya,” ujar Dr. Ramsah.

Sebagai solusi, ia mengajak umat Islam untuk membersihkan jiwa dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya melalui shalat malam atau tahajud. “Kita harus menghindari kesombongan, mau menyampaikan dan menerima kebenaran, serta membersihkan perbuatan mungkar secara bertahap. Harus ada keyakinan dalam diri kita untuk berubah,” pesannya.

Safari Maghrib Mubarakah ini diadakan setiap Rabu di Masjid-masjid Bener Meriah. Merupakan kolaborasi sebagai upaya dalam berkomitmen untuk memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat Bener Meriah, terutama dalam upaya membentengi generasi muda dari ancaman narkoba dan dekadensi moral.