Rektor IAIN Takengon Ajak Jemaah Aktifkan Wakaf dan Tradisi Membaca di Kuliah Subuh Masjid Agung Ash-Shalihin
Blangkejeren, 4 Februari 2025 – Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, M.C.L, mengisi kuliah subuh di Masjid Agung Ash-Shalihin, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada Selasa, 4 Februari 2025. Kuliah subuh ini dihadiri oleh jamaah setempat serta sejumlah pejabat dari IAIN Takengon dan Kementerian Agama Kabupaten Gayo Lues.
Dalam kuliah subuhnya, Prof. Ridwan menyampaikan pentingnya pemahaman umat Islam terhadap konsep wakaf yang sering kali terabaikan. Ia menjelaskan, salah satu hal yang sering ditinggalkan umat Islam adalah wakaf, yang memiliki potensi besar untuk mendukung ekonomi umat. Prof. Ridwan juga mengingatkan, pada masa penjajahan Inggris, sistem ekonomi yang ada, termasuk wakaf, sering dilemahkan. "Wakaf dalam Islam sebenarnya adalah salah satu pilar penting yang dapat memperkuat ekonomi umat Islam," ujarnya.
Sebagai contoh, ia mengungkapkan bahwa di masa lalu, pemerintah Mesir pernah meminjam uang wakaf dari Al-Azhar karena kampus ini mengelola wakaf dengan sangat baik. Hal ini menunjukkan betapa besar potensi wakaf dalam membangun ekonomi umat.
Selain itu, Prof. Ridwan juga menekankan bahwa Islam datang untuk membawa rahmat bagi seluruh alam, termasuk dalam hal kemajuan ilmu pengetahuan. Ia mengutip perintah Allah dalam surah Al-Alaq yang memerintahkan umat Islam untuk membaca. "Tradisi membaca adalah ciri khas bagi orang yang ingin maju. Di akhir zaman, siapa yang banyak membaca, dialah yang akan menguasai dunia," tegasnya.
Turut hadir dalam kesempatan ini Kepala Kankemenag Kabupaten Gayo Lues, Wakil Rektor I IAIN Takengon, Direktur Pascasarjana, Perwakilan Senat IAIN Takengon, serta jamaah lainnya yang antusias mengikuti kuliah subuh ini.
