Mahasiswa KKN IAIN Takengon Kunjungi Kebun Wakaf Kopi untuk Pembangunan Masjid di Dusun Kala Wih Ilang
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon yang sedang melakukan pengabdian di Dusun Kala Wih Ilang, Aceh Tengah, melakukan kunjungan ke kebun warga yang menjadi bagian dari program Wakaf Kopi. Kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung implementasi program wakaf kopi yang telah menjadi cikal bakal pembangunan masjid bagi masyarakat setempat.
Dusun Kala Wih Ilang, sebuah kampung yang terisolasi dari pusat perkotaan, kini tengah berjuang untuk membangun sebuah masjid sebagai sarana ibadah bagi masyarakatnya. Dengan jarak sekitar 7 km dari pusat Desa Wih Ilang dan kondisi jalan yang kurang memungkinkan untuk dilalui, akses menuju dusun ini cukup menantang.
Mayoritas masyarakat Dusun Kala Wih Ilang adalah mualaf, sehingga keberadaan masjid menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat keimanan dan membangun komunitas Muslim yang lebih kokoh. Uniknya, masyarakat dusun ini memiliki cara tersendiri untuk mewujudkan impian tersebut melalui program Wakaf Kopi.
Program Wakaf Kopi telah berjalan sejak tahun 2024 dengan tujuan utama mendanai pembangunan masjid. Kegiatan ini terinspirasi dari Wakaf Kopi yang sebelumnya telah dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah. Bersama beberapa tokoh masyarakat di antaranya Ustadz Ismail, Tkg. Muhammad Dusuki, Kepala Dusun Kala Wih Ilang Midun, serta Ketua Nadzir Wakaf Salwani, bersama dengan masyarakat setempat lainnya, akhirnya wakaf kopi ini dapat terwujud dan saat ini sudah membuahkan hasil.
Sistem Wakaf Kopi di Dusun Kala Wih Ilang sangat inspiratif. Setiap masyarakat yang ingin berpartisipasi dapat mewakafkan sejumlah pohon kopi dari perkebunan mereka. Pohon-pohon yang telah diwakafkan akan diberi label atau tanda khusus, dan ketika mulai berbuah, panitia akan memanen hasilnya. Seluruh hasil dari kopi wakaf tersebut akan digunakan untuk membiayai pembangunan masjid.
Program ini bersifat sukarela, sehingga masyarakat yang ingin mewakafkan pohon kopi mereka akan didata oleh panitia Wakaf Kopi. Langkah inovatif ini tidak hanya menjadi bentuk investasi akhirat bagi warga, tetapi juga menunjukkan semangat gotong royong dan kemandirian dalam membangun fasilitas ibadah yang sangat dibutuhkan.
Kunjungan mahasiswa KKN IAIN Takengon ke kebun wakaf kopi ini menjadi bukti nyata dukungan akademisi terhadap inisiatif masyarakat dalam membangun sarana ibadah. Dengan adanya Wakaf Kopi, masyarakat Dusun Kala Wih Ilang berharap dapat segera mewujudkan masjid impian mereka sebagai pusat ibadah dan pembinaan keislaman bagi komunitas mualaf di daerah tersebut.
