Mahasiswa KKN IAIN Takengon Dibekali Strategi Peningkatan Kegiatan Sosial Keagamaan di Pedesaan

Takengon – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon tahun akademik 2024/2025 mendapatkan pembimbingan terkait peningkatan kegiatan sosial keagamaan di pedesaan. Materi ini disampaikan oleh Mahbub Fauzi, M.Pd, selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah, dengan moderator Ahmad Sudianto, M.A.

Dalam pemaparannya, Mahbub Fauzi menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menggiatkan kehidupan sosial keagamaan di pedesaan. Peran tersebut harus diaplikasikan dengan tepat agar program KKN dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat setempat.

Adapun beberapa peran yang dapat diemban oleh mahasiswa dalam meningkatkan kegiatan sosial keagamaan di pedesaan adalah sebagai berikut:

1. Edukasi dan Penyuluhan  

   Mahasiswa dapat memberikan edukasi terkait nilai-nilai keagamaan, toleransi, serta pentingnya kehidupan sosial yang harmonis. Selain itu, penyuluhan tentang pentingnya pendidikan agama yang aplikatif dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian dari tugas mahasiswa.

2. Pemberdayaan Masyarakat  

   Program pemberdayaan berbasis keagamaan dapat diinisiasi mahasiswa, seperti pelatihan membaca kitab suci, kajian rutin, serta pengelolaan kegiatan masjid. Mahasiswa juga dapat membantu masyarakat meningkatkan keterampilan pendukung kegiatan sosial keagamaan, seperti seni kaligrafi atau musik religi.

3. Pembangunan Infrastruktur Keagamaan  

   Mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan atau perbaikan sarana ibadah seperti masjid, mushola, atau balai pertemuan. Selain itu, mereka juga bisa membantu mengorganisir penggalangan dana untuk kegiatan keagamaan.

4. Menjadi Fasilitator Dialog Antarwarga  

   Mahasiswa berperan sebagai mediator yang mendorong komunikasi lebih baik antarwarga dalam menangani isu-isu sosial keagamaan. Mereka juga dapat menciptakan ruang diskusi yang inklusif untuk membahas masalah keagamaan secara damai.

5. Menginisiasi Kegiatan Keagamaan Kreatif  

   Kegiatan seperti pengajian kreatif, lomba-lomba bernuansa agama, atau bakti sosial di bulan tertentu (misalnya Ramadan) dapat diinisiasi mahasiswa. Selain itu, program keagamaan yang menarik bagi anak-anak dan remaja juga perlu dikembangkan agar mereka lebih tertarik dalam mendalami agama.

6. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Berbasis Keagamaan  

   Mahasiswa dapat mengaitkan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap lingkungan, seperti gerakan kebersihan berbasis pesan moral agama. Kampanye “green religion” juga bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian alam sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.

7. Membangun Solidaritas Sosial  

   Gotong royong yang bernilai ibadah menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga. Mahasiswa juga dapat membantu menyelenggarakan kegiatan amal, seperti santunan anak yatim, pembagian zakat, atau bantuan kepada warga kurang mampu.

Dengan adanya pembimbingan ini, diharapkan mahasiswa KKN IAIN Takengon dapat lebih siap dalam menjalankan peran mereka di masyarakat, khususnya dalam mengembangkan dan memperkuat kegiatan sosial keagamaan di pedesaan.