IAIN Takengon Bersiap Bertransformasi Menjadi Universitas

Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, M.C.L, optimis bahwa IAIN Takengon akan bertransformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Optimisme ini disampaikan dalam Dialog Interaktif yang disiarkan langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Takengon pada Kamis, 6 Februari 2025.

Dialog yang mengangkat tema Transformasi IAIN Takengon Menuju UIN ini dipandu oleh presenter RRI Takengon, Zulfanopa Cebro. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Ridwan menjelaskan berbagai strategi dan target yang tengah diupayakan untuk mewujudkan perubahan status kampus tersebut. Salah satu langkah utama adalah menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara. Dukungan dari para bupati di wilayah tersebut menjadi faktor penting dalam pengembangan IAIN Takengon.
Selain itu, berbagai target lainnya juga telah dirancang, seperti peningkatan jumlah mahasiswa hingga 4.000 orang, peningkatan akreditasi unggul bagi beberapa program studi, serta penambahan program studi dan fakultas sesuai dengan persyaratan untuk menjadi UIN.
“Kami terus berproses agar IAIN Takengon maju dan berkembang. Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yang mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya menghadirkan kampus dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Prof. Ridwan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak untuk mendukung transformasi ini. Menurutnya, perkembangan kampus akan berdampak positif tidak hanya bagi dunia pendidikan tetapi juga bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
“Dengan berkembangnya kampus, masyarakat dan daerah akan ikut maju. Dari sisi ekonomi pun akan meningkat karena aktivitas akademik yang semakin dinamis,” tambahnya.
Dialog interaktif ini disiarkan secara langsung melalui Programa I RRI Takengon di frekuensi 93.0 MHz. Transformasi IAIN Takengon menuju UIN diharapkan dapat terwujud, sehingga semakin memperkuat peran institusi dalam menyiapkan generasi unggul di bidang keislaman dan keilmuan.