Dosen IAIN Takengon, Raih Best Speaker di SNAMUN 2025: Angkat Resiliensi Nilai Budaya Lokal di Era Digital 5.0
Prestasi kembali ditorehkan oleh civitas akademika IAIN Takengon. Dr. Evanirosa, MA., berhasil meraih predikat Best Speaker dalam 11th Seminar Nasional Asosiasi Dosen Kepada Pengabdian Masyarakat Mengabdi untuk Negeri (SNAMUN) yang digelar pada Sabtu-Minggu, 14–15 Juni 2025.
Dalam forum ilmiah yang dihadiri oleh para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut, Dr. Evanirosa memaparkan presentasinya yang berjudul:
"Penguatan Kapasitas Pendidikan: Resiliensi Nilai Sosial Budaya Lokal dalam Menyongsong Era Digital Society 5.0."
Dalam paparannya, Dr. Evanirosa menyampaikan bahwa budaya lokal merupakan warisan leluhur yang tak ternilai harganya dan wajib dijaga kelestariannya baik oleh masyarakat maupun pemerintah. Di tengah pesatnya transformasi digital, beliau mengajak semua pihak untuk tidak melupakan akar budaya sebagai identitas sosial bangsa yang berbudaya.
Beliau menekankan empat poin penting sebagai langkah konkret menghadapi era Society 5.0:
1. Menjaga nilai-nilai luhur sosial budaya lokal sebagai identitas masyarakat yang tetap relevan dan terimplementasi dalam kehidupan nyata, tanpa menolak kemajuan teknologi.
2. Menegakkan etika digital, sebagai benteng dalam menghadapi tantangan dan ancaman dunia maya seperti hoaks, cyberbullying, dan degradasi moral.
3. Mendigitalisasi pengenalan budaya lokal agar dapat diperkenalkan ke dunia sebagai bagian dari kekayaan nilai sosial budaya Indonesia yang membanggakan.
4. Mengaplikasikan nilai-nilai Society 5.0 dalam pendidikan dan kehidupan sosial yang menyeimbangkan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Digitalisasi tidak harus menggerus budaya. Justru kita harus menjadikan budaya lokal sebagai fondasi dalam membentuk masyarakat modern yang beretika, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Dr. Evanirosa dalam sesi pemaparan.
Pencapaian ini menjadi motivasi sekaligus kebanggaan bagi IAIN Takengon dalam mengukuhkan peran akademisi sebagai garda terdepan dalam pengabdian dan pembangunan bangsa berbasis nilai kearifan lokal.
