Dari Regulasi ke Aksi: IAIN Takengon Bentuk Satgas PPKS, Perkuat Upaya Cegah Kekerasan Seksual di Kampus
Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan Workshop dan Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan kampus, bertempat di Aula IAIN Takengon, Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini mengusung tema "Dari Regulasi ke Aksi: Memperkuat Satgas PPKS dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Kampus."
Workshop ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Ni’mah Kurniasari, SH, CPM, seorang advokat, mediator, dan tenaga ahli UPTD P2TP2A Aceh Tengah yang membahas fungsi strategis Satgas PPKS berdasarkan Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021, serta Nurhayati Fitri, SKM, dari Divisi PPKS untuk Perempuan dan Anak yang memaparkan pendekatan berbasis korban dalam penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Ketua LPPM IAIN Takengon, Dr. Rahayu Subakat, MA menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan ruang kampus yang aman dari kekerasan seksual, terutama bagi mahasiswa.
“Tujuan kegiatan ini untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan seksual dan lainnya sehingga menciptakan ruang kampus yang nyaman jadi diperlukan orang-orang yang bertugas dan berkompeten dalam menjalankan amanah penanganan PPKS ini, agar mahasiswa merasa nyaman dan terlindungi.” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I IAIN Takengon, Dr. Al Musanna, M.Ag, menegaskan pentingnya langkah sistematis dan kesadaran kolektif dalam upaya pencegahan. “Harapannya, kita tidak sampai menangani, tapi cukup melakukan pencegahan. Ini adalah tanggung jawab bersama. Kita perlu memutus mata rantai kekerasan seksual sejak dini, dan menyampaikan pemahaman ini kepada mahasiswa agar tidak menjadi pelaku maupun korban,” ujarnya.
Ia juga berharap, hasil dari workshop ini tidak berhenti pada forum diskusi semata, tetapi benar-benar diimplementasikan sebagai gerakan bersama dalam memutus mata rantai kekerasan seksual, baik di kampus maupun di masyarakat.
Melalui kegiatan ini, IAIN Takengon menegaskan komitmennya untuk menjadi institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan gender.
